Situs Islami Kumpulan Doa Sholat Niat Puasa

Kata-Kata Selamat Dan Ucapan Tahun Baru 2021 Yang Menyentuh Hati

Ucapan tahun baru 2021 - Rasa senang dan sedih yang pernah mewarnai kehidupan selama setahun lalu, semua akan menjadi kenangan dengan bergantinya tahun baru. Semua yang pernah terjadi akan menjadi pelajaran berarti untuk menatap masa depan yang lebih berarti, dan harapan semua orang di tahun 2021 ini bisa memiliki kehidupan lebih maju, bermakna dalam berbagai bidang. Semoga apa yang di cita-citakan bisa terkabul di tahun ini, terutama sukses dalam segala hal.

Susah untuk di curahkan hanya dengan kata-kata sejauh mana kegembiraan publik indonesia dalam menyambut datangnya tahun baru, nyatanya bisa di lihat mereka semua akan turun ke jalanan dan memenuhi tempat keramaian tepat pada tengah malam 1 januari, detik-detik tersebut adalah puncak dari perayaan tahun baru yang di isi dengan beragam aktivitas, tidak hanya sekedar melontarkan ucapan tahun baru tetapi juga banyak aktivitas nyata lainnya pada malam tersebut.

Yang menjadi pertanyaan apakah benar malam tahun baru begitu berarti dan spesial serta memberikan banyak manfaat sehingga di sambut begitu meriahnya?. Dari sisi mana sebenarnya malam tahun baru ini begitu spesial, karena jika melihat dari keinginan-kkeinginan setiap orang saat akhir tahun, mereka kebanyakan hanya sebatas menitipkan harapan dan doa agar pada tahun baru yang akan datang hidupnya bisa berubah lebih baik, kerjanya lebih sukses, di mudahkan perekonomian dan semisalnya.

Kata Kata Selamat Untuk Ucapan Tahun Baru

Namun apalah daya yang harus di lakukan, acara tahun baru sudah menjadi budaya yang sangat kuat dan tidak mungkin bisa dengan mudah di rubah meski jika melihat dari sisi kemanfaatan kurang begitu baik terkecuali apabila malam tahun baru di isi dengan hal baik seperti berdoa, bermunajat kepada sang maha kuasa, pengajian dan semisalnya. Inilah keadaan indonesia sekarang ini semakin hari semakin jauh berkembang dalam berbagai hal tidak hanya dari sisi teknologi bahkan budaya pun berkembang pesat.

Pesatnya perkembangan budaya seperti yang terjadi saat malam tahun baru, tidak lepas dari semakin berkembangnya dunia teknologi elektronik salah satunya gadget berupa hp android smartphone yang di dalamnya bisa melakukan banyak hal. Misalnya dengan tersaji fasilitas salingmenirim pesan dan mendapatkan kabar informasi dari dengan facebook, twitter, whats app, sms, instagram, bbm, dan media sosial lainnya. Sehingga kapar yang berasal dari luar bisa masuk dan di tangkap dengan cepat kemudian di tiru.

Jika di lihat dari sisi keagamaan, perayaan menyambut datangnya tahun baru dengan simbol kempang api yang di penuhi hura-hura tidaklah di anjurkan bahkan di larang keras dan alangkah baik jika di tinggalkan. Meskipun memang masih keras ingin melakukannya alangkah baik jika hanya biasa saja misalnya dengan mengirim ucapan tahun baru berisi doa dan harapan agar menjadi motivasi, pantun-pantun lucu untuk keluarga yang berisi mengingatkan dan semisalnya, jangan di sambut malam tahun baru dengan yang tidak bermanfaat.

Beberapa contoh yang bisa di ambil dari ucapan tahun baru kemudian di share atau kirim kepada siapa saja yang ingin kalian kirim dengan ucapan ini. Sengaja kami sajikan agar kalian para pengunjung yang sedang mencari kata-kata ucapan tahun baru bisa menemukannya di sini, meskipun tidak seromatis dan seindah pujangga namun setidaknya bisa memberikan apa yang sedang di butuhkan pengunjung semua, silahkan baca satu per satu dari kata ucapan selamat tahun baru 2021 di bawah ini.

Walaupun tak ada yang mampu memutar waktu
Untuk kembali membuat awal yang baru
Setiap orang dapat mulai dari sekarang
Dan membuat akhir yang baru
Selamat Tahun Baru 2021

Dengan berjalannya waktu
Setiap pengalaman dalam hidup adalah pelajaran
Tapi cinta peduli akan selalu menjadi kekuatan dalam bertahan hidup
Happy New Years 2021

Sebuah tahun baru itu seperti sebuah buku agenda yang masih kosong
Penanya berada di dalam genggaman tanganmu
Tergantung padamu bagaimana kamu ingin ceritanya berakhir
Inilah kesempatanmu untuk menulis cerita yang sangat indah
Selamat tahun Baru

Aku selalu berharap semoga sang mentari senantiasa menyinari hatimu
kesuksesan selalu menyertaimu
dan kebahagiaan akan datang menjawab doa-doamu di awal tahun ini

Semua penyesalan yang kamu rasakan setiap tahun
Adalah amplop-amplop yang membawa pesan-pesan penuh harapan
Untuk tahun baru yang akan datang
Selamat tahun Baru

Mari melangkah dengan semangat yang lebih menggelora
Dan tekad yang lebih membaja dalam mengawali tahun yang penuh makna
Selamat Tahun Baru 2021

Sukses seperti dikaitkan dengan tindakan
Orang- orang (yang) sukses terus bergerak (maju)
Mereka membuat kesalahan, tapi tidak menyerah

Memang benar bahwa secara perlahan dan terus-menerus akan menyelesaikan perlombaan
Tetapi, juga benar bahwa ”cepat dan konsisten” akan menang lebih dahulu
Happy New Years 2021

Ambillah risiko yang lebih besar dimana orang lain beranggapan lebih baik berada ditempat yang aman
Berilah perhatian lebih dari apa yang orang lain pikir bijak
Bermimpilah setinggi langit dari apa yang orang lain pikir lebih baik masuk akal

Kita tidak membutuhkan sihir untuk merubah dunia kita
Karena sebetulnya kita sudah membawa semua kekuatan
Yang kita butuhkan didalam diri kita sendiri
Selamat menyambut tahun baru 2021

Semua orang mempunyai sesuatu yang membuat dia unik dan spesial
Seperti tahun tahun yang telah berlalu
Aku berharap akan ada hal baik yang luar biasa kita capai di tahun 2021 ini

Mohon maaf jika seandainya ucapan tahun baru yang ada pada artikel ini kurang berkenan dan tidak sesuai dengan harapan para pengunjung semua. sebab jujur saja dali lubuk hati yang dalam agak kurang begitu respon terhadap perayaan tahun baru yang saat ini sudah berkembang di masyarakat. Namun jika ingin lebih jauh berbicara mengenai hal ini maka silahkan cari semua yang berkaitan dengan kata doa harapan ucapan selamat tahun baru 2021 untuk sahabat pacar tersayang dalam bahasa inggris dan artinya.

Bacaan Surat Yasin Lengkap Full Arab Latin Dan Artinya

Yasin adalah salah satu surat dalam al-qur'an yang memiliki keutamaan serta fadhilah tesendiri apabila secara rutin di amalkan, tertera dalam salah satu hadits riwayat Ahmad bahwa barang siapa yang selalu membaca surah yasin karena allah swt setiap malam akan mendapat pengampunan dosa. Di anjurkan bagi siapa saja untuk senantiasa membacanya meskipun hanya sebatas bacaannya, tanpa dituntut disertai arti atau maknanya secara lebih dalam.

Surat yasin ini tergolong surrah makkiyah karena turunnya di kota mekkah, serta menjadi surat ke 36 dalam al-qur'an dengan jumlah sebanyak 83 ayat. Makna pokok yang terkandung dalam surat yasin sendiri menceritakan seputar akidah atau atau pokok keimanan, sejarah perjuangan pendakwah serta para syuhada, kematian dan tanda-tanda kekuasaan allah swt. Sedangkan diberinama surat yasin karena awal kalimat dari surah ini di mulai dengan kata ya sin.

Mayoritas masyarakat muslim, selalu menjadikan surat yasin ini sebagai amalan harian atau sering dibacakan pada acara tertentu seperti setelah sholat fardhu, pada malam jumat, ketika acara syukuran, dijadikan juga sebagai amalan tahlil untuk mendoakan orang yang meninggal dunia dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan bacaan surat yasin di percaya memiliki keutamaan luar biasa bahkan diyakini sebagai jantungnya al-qur'an karena maknanya yang sangat dalam.

Bacaan Surat Yasin

Selain penjelasan di atas ada yang lebih menarik dari selalu mengamalkan surat yasin ini di antaranya dapat jaminan ketenangan dan dimudahkan dalam segala urusan hidup, jiwa senantiasa bersih, jauh dari siksa kubur, mendapat kemuliaan dan pahala berlipat ganda yang bisa menjadi penerang cahaya di akhir nanti. Maka dari itu luangkanlah waktu sejnak untuk sekedar membaca surat yasin setiap hari, agar bahagia dunia dan akhirat.

اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Bacaan Surat Yasin Arab

يس
وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ

إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ

عَلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

تَنزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ

لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّا أُنذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ

لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَىٰ أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلَالًا فَهِيَ إِلَى الْأَذْقَانِ فَهُم مُّقْمَحُونَ

وَجَعَلْنَا مِن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ

وَسَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَـٰنَ بِالْغَيْبِ ۖ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُّبِينٍ

وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ

إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُم مُّرْسَلُونَ

قَالُوا مَا أَنتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَمَا أَنزَلَ الرَّحْمَـٰنُ مِن شَيْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ

قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ

وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ ۖ لَئِن لَّمْ تَنتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ

قَالُوا طَائِرُكُم مَّعَكُمْ ۚ أَئِن ذُكِّرْتُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ

وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ

اتَّبِعُوا مَن لَّا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُم مُّهْتَدُونَ

وَمَا لِيَ لَا أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

أَأَتَّخِذُ مِن دُونِهِ آلِهَةً إِن يُرِدْنِ الرَّحْمَـٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلَا يُنقِذُونِ

إِنِّي إِذًا لَّفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

إِنِّي آمَنتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ

قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ ۖ قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ

بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ

وَمَا أَنزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِ مِن بَعْدِهِ مِن جُندٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ

إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ

يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ ۚ مَا يَأْتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّنَ الْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ

وَإِن كُلٌّ لَّمَّا جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ

وَآيَةٌ لَّهُمُ الْأَرْضُ الْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَاهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ

وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ

لِيَأْكُلُوا مِن ثَمَرِهِ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ

سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

وَآيَةٌ لَّهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظْلِمُونَ

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۚ ذَ‌ٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ

لَا الشَّمْسُ يَنبَغِي لَهَا أَن تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

وَآيَةٌ لَّهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ

وَخَلَقْنَا لَهُم مِّن مِّثْلِهِ مَا يَرْكَبُونَ

وَإِن نَّشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيخَ لَهُمْ وَلَا هُمْ يُنقَذُونَ

إِلَّا رَحْمَةً مِّنَّا وَمَتَاعًا إِلَىٰ حِينٍ

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّقُوا مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

وَمَا تَأْتِيهِم مِّنْ آيَةٍ مِّنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنفِقُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنُطْعِمُ مَن لَّوْ يَشَاءُ اللَّهُ أَطْعَمَهُ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَـٰذَا الْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

مَا يَنظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ

فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلَا إِلَىٰ أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ

قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَن بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا ۜ ۗ هَـٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَـٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ

إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ

فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ

هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ

لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُم مَّا يَدَّعُونَ

سَلَامٌ قَوْلًا مِّن رَّبٍّ رَّحِيمٍ

وَامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ ۖ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

وَأَنِ اعْبُدُونِي ۚ هَـٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ

وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنكُمْ جِبِلًّا كَثِيرًا ۖ أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ

هَـٰذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

اصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَىٰ أَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَأَنَّىٰ يُبْصِرُونَ

وَلَوْ نَشَاءُ لَمَسَخْنَاهُمْ عَلَىٰ مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوا مُضِيًّا وَلَا يَرْجِعُونَ

وَمَن نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ ۖ أَفَلَا يَعْقِلُونَ

وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنبَغِي لَهُ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُّبِينٌ

لِيُنْذِرَ مَن كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُم مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ

وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ

وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ

وَاتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لَّعَلَّهُمْ يُنصَرُونَ

لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُندٌ مُّحْضَرُونَ

فَلَا يَحْزُنكَ قَوْلُهُمْ ۘ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ

أَوَلَمْ يَرَ الْإِنسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ ۖ قَالَ مَن يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ

قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

الَّذِي جَعَلَ لَكُم مِّنَ الشَّجَرِ الْأَخْضَرِ نَارًا فَإِذَا أَنتُم مِنْهُ تُوقِدُونَ

أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَن يَخْلُقَ مِثْلَهُم ۚ بَلَىٰ وَهُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَن يَقُولَ لَهُ كُن فَيَكُونُ

فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ



Ayat Ke 1

Yaa Siiin

Yaa siiin

Ayat Ke 2

Wal Qur’ aanil hakiim

Demi Al Qur’an yg penuh hikmah

Ayat Ke 3

Innaka laminalmursaliin

Sesungguhnya kamu salah seorang dari Rosul-rosul

Ayat Ke 4

‘Alaa shiroothimmustaqiim

(yang berada) di atas jalan yang lurus

Ayat Ke 5

Tangziilal ‘aziizir rohiim

(sebagai wahyu) yg diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Penyayang

Ayat Ke 6

Li tundziro qoumam ma undziro aabaauhum fahum ghoofiluun

agar kmu memberi peringatan kepada kaum yang bapak bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.

Ayat Ke 7

Laqod haqqol qoulu ‘alaa aktsarihim fahum laa yu’minuun

Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, karna mereka tidak beriman.

Ayat Ke 8

Inna Ja ’alnaa fii a’naaqihim aghlaalan fahiya ilal adzqooni fahumm muqmahuun

Sesungguhnya Kami tlah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tengadah.

Ayat Ke 9

Wa ja ‘alna min baini aidiihim saddaw wa min khaolfihim saddan fa aghsyainaahum fahum la yubshiruun

Dan Kami adakan di hadapan mreka dinding dan di blakang dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mreka shingga mreka tidak dapat melihat.

Ayat Ke 10

Wa sawaa un ‘alaihim a andzartahum amlam tundzirhum laa yu’minuun

Sama saja bagi mreka apakah kmu memberi peringatan kepada mereka ataukah kmu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.

Ayat Ke 11

Innama tundziru manittaba adz dzikra wa khosyiyarrohmaana bil ghoibi fabassyirhu bi magfirotin wa ajrin kariim

Sesungguhnya kmu hanya memberi peringatan kepada orang orang yg mau mengikuti peringatan dan yg takut kpada Tuhan Yg Maha Pemurah walaupun dia tidak melihat nya. Maka beri lah mreka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yg mulia.

Ayat Ke 12

Innaa nahnu nuhyil mautaa wanaktubu maa qoddamuu wa aatsaarohum, wa kulla syai in ahsoinaahu fii imaamim mubiin

Sesungguhnya Kami mnghidupkan orang orang mati dan Kami menuliskan apa yg telah mereka kerjakan dan bekas bekas yg mreka tinggalkan. Dan sgala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yg nyata (Lauh Mahfuzh).

Ayat Ke 13

Wadrib lahum matsalan ash haabal qoryati idz jaaa ahal mursaluun

Dan buatlah bagi mreka suatu per umpamaan, yaitu penduduk suatu negeri (negara) ketika utusan utusan datang kpada mereka;

Ayat Ke 14

Idz arsalnaa ilaihimutsnaini fa kadzabuuhumaa fa ‘azzaznaa bi tsaalitsin faqooluu innaa ilaikum mursaluun

(yaitu) ktika Kami mengutus kpada mreka dua orang utusan, lalu mreka mendustakan keduanya, kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yg ketiga, maka ketiga utusan itu berkata:” Ssungguhnya kami adalah orang orang yang diutus kepadamu “.

Ayat Ke 15

Qooluu ma antum illaa basyarum mitslunaa wa maa andzalar rohmaanu min syai in in antum illaa takdzibuun

Mereka mnjawab: ”Kammu tidak lain hanyalah manusia sperti kami dan Allah Yg Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka “.

Ayat Ke 16

Qooluu robbunaa ya’lamu innaaa ilaikum lamursaluun

Mereka brkata: ”Tuhan kammi mngetahui bahwa ssungguhnya kami adalah orang yg diutus kepada kamu.

Ayat Ke 17

Wa maa ‘alaina illal balaqhul mubiin

Dan kewajiban kmi tidak lain hanyalah mnyampaikan (perintah Allah) dengan jelas “.

Ayat Ke 18

Qooluuu innaa tathoyyarnaa bikum, la illam tantahuu lanarjumannakum walayamassannakum minnaa ‘adzaabun aliim

Mereka men jawab: ”Ssungguhnya kami ber nasib malang karena kmu, ssungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yg pedih dari kami “.

Ayat Ke 19

Qooluu thooo ’irukum ma ’akum, a in dzukkirtum, bal antum qoumum musrifuun

Utusan utusan itu berkata: ”Kemalangan kamu itu adalah karena kmu sendiri. Apakah jika kmu diberi peringatan (kamu bernasib malang) ? Sbenarnya kmu adalah kaum yg melampaui batas.

Ayat Ke 20

Wa jaa a min aqshol madiinati rojuluy yas ‘aa qoola yaa qaumit tabi’ul mursaliin

Dan datanglah dri ujung kota, seorang laki laki dengan bergegas gegas ia berkata:” Wahai kaumku, ikutilah utussan utusan itu.

Ayat Ke 21

Ittabi ’uu man laa yas alukum ajrow wa hum muhtaduun

ikutilah orang yg tiada minta balasan kepadamu, dan mreka adalah orang orang yg mendapat petunjuk.

Ayat Ke 22

Wa maa liya laa a ’budulladzii fathoronii wa ilaihi turja’uun

Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yg telah menciptakan dan yg hanya kepada-Nya kamu (semua) akan dikembalikan

Ayat Ke 23

A attakhidzu min duunihii aalihatan in yuridnirrohmaanu bidurril laa tughnii ‘annii syafaa‘atuhum syai aw wa laa yunqidzun

Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya jika (Allah) Yg Maha Pemurah menghendaki kemadhorotan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku

Ayat Ke 24

Innii idzal lafii dlolaalim mubiin

Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yg nyata.

Ayat Ke 25

Innii aamantu birobbikum fasma’uun

Sesungguhnya aku telah beriman kpada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.

Ayat Ke 26

Qiilad khulil jannata, qoola yaa laita qoumii ya’lamuun

Dikatakan (kpadanya): “Masuklah ke syurga”. Ia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya kaum ku mengetahui,

Ayat Ke 27

Bimaa ghofarolii robbii wa ja ‘alnii minal mukromiin

apa yg menyebabkan Tuhanku mmberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang orang yang dimuliakan”.

Ayat Ke 28

Wa maa andzalnaa ‘alaa qoumihii min ba ’dihii min jundim minas samaaa-i wa maa kunnaa munziliin

Dan Kmi tidak menurunkan kpada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan pun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.

Ayat Ke 29

In kaanat illaa shoihataw waahidatan faidzaa hum khoomiduun

Tidak ada siksaan atas mreka melainkan satu teriakan saja, maka tiba tiba mreka semuanya mati.

Ayat Ke 30

Yaa hasrotan ‘alal ‘ibaadi ma ya’tiihim mir rosuulin illa kaanuu bihii yastahzi uun

Alangkah besarnya penyesalan trhadap hamba hamba itu, tiada datang seorang rosul pun kepada mreka melainkan mreka selalu memperolok olokkannya.

Ayat Ke 31

Alam yarou kam ahlaknaa qoblahumminal quruuni annahum ilaihim la yarji ’uun

Tidakkah mreka mengetahui brapa banyak nya umat umat sebelum mereka yg telah Kami binasakan, bahwasanya orang orang (yg telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.

Ayat Ke 32

Wa in kullul lammaa jamii ’ul ladainaa mukhdloruun

Dan stiap mereka smuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.

Ayat Ke 33

Wa aayatul lahumul ardlul maitatu, ahyainaahaa wa akhrojnaa minhaa habban faminhu ya ’kuluun

Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yg besar) bagi mreka adalah bumi yg mati. Kammi hidupkan bumi itu dan Kami keluar kan dari padanya biji bijian, maka ddari padanya mreka makan.

Ayat Ke 34

Waja ‘alna fiiha jannaatim min nakhiilin wa a ’naabin wa fajjarnaa fiihaa minal ’uyuun

Dan Kammi jadikan padanya kebun kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air

Ayat Ke 35

Liya kuluu min tsamarihii wa maa ‘amilathu aidiihim afala yaskuruun

supaya mreka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yg diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur ?

Ayat Ke 36

Subbhaanal ladzii kholaqol azwaaja kullahaa mimmaa tunbitul ardlu wa min anfusihim wa mimmaa laa ya’lamuun

Maha Suci Tuhan yg tlah mmenciptakan pasangan pasangan smuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yg tidak mereka ketahui.

Ayat Ke 37

Wa aayatullahumul lailu naslakhu minhun nahaaro faidzaa hum mudhlimuun

Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yg besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mreka brada dalam kegelapan,

Ayat Ke 38

Wassyamsu tajrii limustaqorril lahaa dzaalika taqdiirul aziizil ‘aliim

dan matahari berjalan ditempat perredarannya. Demikian ketetapan Yg Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Ayat Ke 39

Walqomara qoddarnaahu manaazila hatta ‘aada kal ’urjunil qodiim

Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manziilah manziilah, shingga (stelah dia sampai ke manzilah yg terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yg tua.

Ayat Ke 40

Lassyamsu yanbaghii lahaa an tudrikal qomara wa lallailu saabiqunnahaari wa kullun fii falakin yasbahuun

Tidaklah mungkin bagi matahari mndapatkan bulan dan malam pun tidak dapat menndahului siang. Dan masing masing beredar pada garis edarnya.

Ayat Ke 41

Wa aayatullahum annaa hamalnaa dzurriyyatahum fil fulkil masyhuun

Dan suatu tanda (kebesaran Allah yg besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mreka dalam bahtera yg penuh muatan,

Ayat Ke 42

Wa kholaqnaa lahummim mitslihii maa yarkabuun

dan Kami ciptakan untuk merreka yg akan mereka kendarai seperti bahtera itu.

Ayat Ke 43

Wa in nasya’ nugriqhum falaa shoriikho lahum wa laa hum yunqodzuun

Dan jika Kami mnghendaki niscaya Kami tenggelamkan mreka, maka tiadalah bagi mreka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.

Ayat Ke 44

Illa rohmatam minna wa mataa ’an ilaahiin

Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yg besar dari Kami dan untuk mmberikan kesenangan hidup sampai kpada suatu ketika.

Ayat Ke 45

Wa idzaa qiilla lahumut taqu maa baina aidiikum wa maa kholfakum la ’alakum turhamuun

Dan apabila dikatakaan kpada merreka: Takutlah kmu akan siksa yg dihadapanmu dan siksa yg akan datang supaya kamu mendapat rahmat”, (niscaya mereka berpaling).

Ayat Ke 46

Wa maa ta tiihim min ayatim min aayaati robbihim illaa kaanuu ‘anhaa mu’ridliin

Dan sekali kali tiada datang kpada mreka suatu tanda dari tanda tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mreka slalu berpaling daripadanya.

Ayat Ke 47

Wa idza qiila lahum anfiquu mimmaa rozaqokumulloohu, qoolalladziina kafaruu lilladzina aamanuu, anuth’imu mal lau yasaa ullahu ath ’amahuu, in an tum illaa fii dlolaalim mubiin

Dan apabila dikatakan kpada merreka: Naffkahkan lah sebahagian dari rezeki yg diberikan Allah kepadamu”, maka orang orang yg kafir itu berkata kpada orang orang yg beriman: “Apakah kami akan memberi makan kepada orang orang yg jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kmu melainkan dalam kesesatan yg nyata”.

Ayat Ke 48

Wa yaquluuna mataa haadzal wa’ du in kuntum shoodiqiin

Dan mreka brkata: “Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang orang yg benar

Ayat Ke 49

Maa yandhuruuna illaa shoihataw waahidatan ta ’khuzuhum wahum yakhishimuun

Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yg akan membinasakan mereka ketika mreka sedang bertengkar.

Ayat Ke 50

Falaa yastathi ’uuna taushiyatan wa laaa ilaa ahlihim yarji’uun

Lalu mreka tidak kuasa mmbuat suatu wasiat pun dan tidak (pula) dapat kmbali kpada keluarganya.

Ayat Ke 51

Wa nufikho fishuuri fa idzaa hum minal ajdaasi ilaa robbihim yansiluun

Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba tiba mreka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kpada Tuhan mereka.

Ayat Ke 52

Qooluu yaa wailanaa man ba ’atsanaa min marqodinaa, haadza maa wa ’adarrohmaanu wa shadaqol mursaluun

Merreka berkata: ‘Aduhai celakalah kami ? Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur) ?’ Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya).

Ayat Ke 53

In kaanat illaa soihatawwaahidatan fa idzaahum jamii’ul ladaina muhdloruun

Tidak adalah terriakan itu selain skali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.

Ayat Ke 54

Falyauma laa tudzlamu nafsun syai aw wa laa tujzauna illaa maa kuntum ta’ maluun

Maka pada hari itu sesseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.

Ayat Ke 55

Inna ash haabal jannatil yauma fii syugulin faakihuun

Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang senang dalam kesibukan (mereka).

Ayat Ke 56

Hum wa azwaajuhum fii dhilaalin ‘alal aroo iki muttaki uun

Mreka dan istri istri mreka brada dalam tmpat yg teduh, bertelekan di atas dipan dipan.

Ayat Ke 57

Lahum fiihaa faakihatuw wa lahum maa yadda ’uun

Di surga itu mreka memperoleh buah buahan dan memperoleh apa yg mereka minta.

Ayat Ke 58

Salaamun qoulam mir robbir rohiim

(Kpada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan slamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

Ayat Ke 59

Wamtaazul yauma ayyuhal mujrimuuun

Dan (dikatakan kpada orang orang kafir): ‘Brpisahlah kamu (dari orang orang mukmin) pada hari ini, hai orang orang yg berbuat jahat.’

Ayat Ke 60

Alam a’ had ilaikum yaa banii aadama allaa ta’budusysyaithoona, innahuu lakum ‘aduwwum mubiin

Bukankah Aku telah memerintahkan kpadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak mnyembah setan ? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”

Ayat Ke 61

Wa ani’ buudunii, haadzaa shiroothum mustaqiim

Dan hendaklah kammu menyembah Ku. Inilah jalan yg luurus.

Ayat Ke 62

Wa laqd adlolla minkum jibilan katsiron, afalam takuunuu ta ’qiluun

Sesungguhnya syaithan itu telah menyesatkan sebagian besar di antaramu. Maka apakah kaamu tidak memikirkan?

Ayat Ke 63

Haadzihii jahannamul lati kuntum tuu ’aduun

Inilah Jahannam yg dahulu kamu di ancam (dengannya).

Ayat Ke 64

Islauhal yauma bimaa kuntum takfuruuun

Masuklah ke dlamnya pada hari ini di sebabkan kamu dahulu mengingkarinya.

Ayat Ke 65

Alyauma nakhtimu ‘alaa afwaahihim wa tukallimunaaa aidiihim wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuun

Pada hari ini Kami tutup mulut mreka, dan berkatalah kepada Kami tangan mreka dan mmberi kesaksianlah kaki mreka terhadap apa yg dahulu mreka usahakan.

Ayat Ke 66

Walau nasyaaa u lathomasnaa ‘alaa a’ yunihim fastabaqush-shiroota fa annaa yubshiruun

Dan jikalau Kami mnghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka, lalu mereka berlomba-lomba (mncari) jalan. Maka betapakah mereka dapat melihat (nya).

Ayat Ke 67

Walau nasyaaa u lamasakhnaahum ‘alaa makaanatihim famastathoo’uu muddiyyaw walaa yarji’uun

Dan jikalau Kami mnghendaki pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka berada, maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.

Ayat Ke 68

Wa man nu ’ammirhu nunakkishu filkholqi afala ya’qiluun

Dan barangsiapa yg Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kpada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan

Ayat Ke 69

Wa maa ‘allamnahussyi ’ro wa maa yanbaghi lahu, in huwa illa dzikruw wa Qur’aanum mubiin

Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan ber syair itu tidaklah layak baginya. Al Qur’an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yg memberi penerangan

Ayat Ke 70

Liyundziro man kaana hayyaw wa yahiqqol qoulu ‘alal kaafiriin

supaya dia (Muhammad) mmberi pringatan kpada orang orang yg hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) trhadap orang orang kafir

Ayat Ke 71

Awalam yarou annaa kholaqnaa lahum mimmaa ‘amilat aidiinaa an ’aaman fahum lahaa maalikuun

Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yg telah Kami ciptakan dengan kkuasaan Kami sndiri, lalu mreka menguasainya

Ayat Ke 72

Wadzollalnaaha lahum faminhaa rokuubuhum wa minha ya kuluun

Dan Kami tundukkkan binatang binatang itu untuk mereka, maka sebahagiannya mnjadi tunggangan mreka dan sebahagiannya mereka makan.

Ayat Ke 73

Walahum fiihaa manaafi ’u wa masyaaribu afala yasykuruun

Dan mreka mmperoleh padanya manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur

Ayat Ke 74

Wattakhodzuu min duunillaahi aalihatal la ’allahum yunsoruun

Mereka mngambil sembahan sembahan slain Allah, agar mereka mendapat pertolongan.

Ayat Ke 75

Laa yastathii ’uuna nasrohum wahum lahum jundum muhdloruun

Berhala berhala itu tiada dapat mnolong mereka, padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yg disiapkan untuk mnjaga mereka.

Ayat Ke 76

Falaa yakhzunka qouluhum innaa na’lamu maa yusirruuna wa maa yu’linuun

Maka janganlah ucapan mereka mnyedihkan kamu. Ssungguhnya Kami mengetahui apa yg mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.

Ayat Ke 77

Awalamm yarol insaanu annaa kholaqnaahu min nuthfatin fa idzaa huwa khosiimum mubiin

Dan apakah manusiaa tidak memperhatikan bahwa Kami mnciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata.

Ayat Ke 78

Wa dloraba lanaa matsalaw wanasiya kholqohu, qoola may yuhyil ‘idhooma wa hiya romiim

Dan dia mmbuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannnya, ia berkata: ‘Siapakah yg dapat mnghidupkan tulang belulang, yg telah hancur luluh ?’

Ayat Ke 79

Qul yuhyiihal ladzii ansyaaa-ahaaa awwala marrotiw wa huwa bikulli kholqin ‘aliim

Katakanlah: ‘Ia akan dihiidupkan oleh Tuhan yg menciptakannya kali yg pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,

Ayat Ke 80

Alladzii ja’ala lakum minasy syajaril-akhdlori naaron fa idzaa antum minhu tuuqiduun

Yaitu Tuhan yg mnjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu.

Ayat Ke 81

Awalaisal ladzii kholaqos samaawaati wal-ardlo biqoodirin ‘alaa ayyakhluqo mitslahum balaa wahuwal khollaqul ‘alim

Dan tidakkah Tuhan yg mnciptakan langit dan bumi itu brkuasa menciptakan yg serupa dngan itu ? Benaar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.

Ayat Ke 82

Innamaaa amruhuu idzaa arooda syai-an ayyayaquula lahuu kun fa yakun

Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia mnghendaki sesuatu hanyalah brkata kepadanya: “Jadilah!” Maka trjadilah ia.

Ayat Ke 83

Fasubhaanallladzii biyadihii malakuutu kulli syai’in wa ilaihi turja’uun

Maka Maha Suci (Allah) yg di tangan-Nya kekuasaan atas sgala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dkembalikan.


Keutamaan Surat Yasin

Tidak jauh berbeda dengan surat al kahfi, al mulk, ar rahman, al baqarah, al waqiah, dan yang lainnya, surat yasin juga memiliki keutamaan luar biasa apabila sering di amalkan, seperti di antaranya :

1. Mudah Dalam Urusan Hidup

Mudah dalam berbagai hal sudah menjadi keinginan paling besar bagi setia manusia termasuk yang berhubungan dengan pekerjaan serta stabilnya perekonomian dalam rumah tangga, maka dengan selalu membaca surat yasin pada pagi hari akan dimudahkannya pekerjaannya pada hari tersebut.

Maka dari itu usahakan setiap pagi selain rutin dengan sholat sunnah dhuha, jangan lupa juga untuk sebentar saja membaca surat yasin dan berdoa memohon kepada allah swt agar hari tersebut di mudahkan di berkahi.

2. Pahala Berlipat Ganda

Dalam sebuah hadits yang di riwayatkan oleh Tirmidzi bahwa surat yasin jantungnya al-qur'an dan siapa saja yang membacanya di ibaratkan sudah khatam al-qur'an sepuluh kali.

إِنَّ لِكُلِّ شَىْءٍ قَلْبًا وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس َمَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ

“Segala sesuatu memiliki jantung. Jantungnya Al-Qur’an adalah surah Yasin. Siapa yang membaca surah Yasin, maka Allah akan mencatat baginya seperti membaca Al-Qur’an sepuluh kali.” (HR. Tirmidzi)

3. Membersihkan Jiwa

Jiwa setiap manusia sangat mudah sekali terpengaruh oleh hal buruk, apalagi jika lebih banyak memikirkan duniawi.

Maka dengan selalu membaca al-qur'an salah satunya surat yasin maka jiwa pun akan selalu bersih, jika jiwa sudah bersih selain akan lebih dekat dengan sang penciptanya tetapi juga lebih mudah mengarungi jalan kehidupan.

4. Terhindar dari Siksa Kubur

Salah satu yang menakutkan adalah siksa kubur, agar terhindar dari siksa tersebut di antaranya dengan selalu mengamalkan surat yasin.

5. Mendapat Cahaya Pada Hari Kiamat

Mendapat kemuliaan pada hari akhir atau hari kiamat menjadi salah satu misi berharga bagi setiap manusia, sebab tidak ada yang mau pada hari tersebut berada dalam kesusahan. Nah agar cahaya menerangi kita semua salah satunya dengan membaca al-quran seperti surat yasin ini.

6. Terkabulnya segala Permohonan

Salah satu dari manfaat membaca surat yasin adalah dikabulkannya segala permintaan jika amalannya di bacakan pada malam, jumat, sehingga tidak heran jika malam jum'at datang umat muslim selalu rutin membaca yasin baik secara sendiri atau berjamaah di sauatu majlis, sebagaimana dalam salah satu hadits di jelaskan :

من قرأ سورة يس والصافات ليلة الجمعة أعطاه الله سؤله

“Barangsiapa membaca surat Yasin dan al-Shaffat di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya.” (HR Abu Daud dari al-Habr)

7. Bisa Memudahkan Ketika Sakaratul Maut

Surat yasin juga di percaya dapat membantu mempermudah sakaratul maut, penjelesan ini di kutip dalam salah satu tafsiral-qur'an yang menyebutkan bahwa surat yasin mempermudah keluarnya ruh.

Mungkin kita pun sering melihat ketika ada saudara yang sedang sakaratul maut, maka saudara lainnya akan membacakan surat yasin, nah tujuannya seperti yang di jelaskan disini agar lebih mudah.

Sebenarnya ada banyak sekali manfaat dari surat yasin tersebut termasuk ketika di bacakan untuk orang meninggal dunia. Termasuk fadhilah surat yasin yang bersumber dari hadits-hadist shahih, sedangkan jika ingin mempelajari lebih luas lagi sebaiknya resapi dengan baik makna yang terkadung dalam surah yasin tersebut sambilmembacanya dengan rutin.

Bacaan Dzikir Pagi Dan Petang Doa Sore Hari Latin Sesuai Sunnah

Dzikir Pagi Dan Petang - Pagi adalah waktu yang umum di gunakan untuk persiapan memulai berbagai aktivitas , sedangkan sore hari atau petang merupakan saat menyongsong malam dimana umumnya di gunakan sebagai waktu bersitirahat dari segala pekerjaan agar rasa lelah hilang dan besok hari tubuh bisa kembali segar serta siap untuk melakukan aktivitas lagi.

Sedangkan dzikir sendiri merupakan sebuah aktivitas atau ritual yang di lakukan umat islam dengan tujuan untuk mengingat allah swt, karena dengan selalu mengingat dan menyebut namanya akan membuat hati tenang. Dzikir juga termasuk kata yang cukup banyak di sebutkan dalam al-qur'an, jumlahnya mencapai 267, ini membuktikan bahwa berdzikir setiap hari merupakan yang harus di lakukan.

Berbeda dengan ketika mengamalkan doa sholat dhuha atau semisalnya, untuk dzikir ini boleh di lakukan kapan saja baik siang atau malam. Akan tetapi ada waktu yang lebih utama yaitu dzikir pagi dan petang atau sore hari, kita bisa memulai berdzikir pada waktu pagi sebalum beraktivitas atau setelah sholat subuh kemudian nanti setelah sholat ashar atau waktu petang.

Dzikir Pagi Dan Petang

Para perawi hadits seperti Imam Bukhari dan Muslim, Imam Ahmad, An-Nasa'i, Abu Daud dan Tirmidzi mencatat mencatat doa-doa yang di bacakan baginda nabi saw pada waktu pagi dan petang, sehingga kita pun sebagai umatnya dapat mengikuti bacan beliau tersebut dan jadikan sebagai amaln dzikir atau doa harian, berikut bacaannya.

Pertama-tama membaca Ayat qursi

(di Baca 1x diwaktu Pagi dan Sore)

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255) (HR. Al-Hakim)

Setelah itu membaca surat Al-ikhlas 1-4, Al-Falaq 1-5, An-Naas 1-6. (di baca masing-masing 3x diwaktu Pagi dan Sore). (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Kemudian membaca :

(Dibaca 1 x diwaktu Pagi)

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ.

“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.Ya Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Ya Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.”  (HR. Muslim)

(Dibaca 1 x diwaktu Sore)

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ.

“Kami telah memasuki waktu sore dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.Ya Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Ya Rabbku, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.”  (HR. Muslim)

Kemudian membaca :

(Dibaca 1 x diwaktu Pagi)

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ.

“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (HR. At-Tirmidzi)

(Dibaca 1 x diwaktu Sore)

اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا،وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolonganMu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).” (HR. At-Tirmidzi)

Kemudian membaca:

(Dibaca 1 x diwaktu Pagi dan Sore)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.

“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu menjalankan ketaatan dan menjauhi larangan, pen) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa pahala). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”  (HR. Bukhari)

Kemudian membaca:

(Dibaca 3 x diwaktu Pagi dan Sore)

اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, selamatkan tubuhku (dari penyakit dan yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau sesuatu yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan penglihatanku, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada ilah (yang berhak disembah) kecuali Engkau.” (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan An-Nasa'i)

Kemudian membaca:

(Dibaca 1 x diwaktu Pagi dan Sore)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau bumi pecah yang membuat aku jatuh dan lain-lain).” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Kemudian membaca:

(Dibaca 1 x diwaktu Pagi dan Sore)

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ.

“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya, dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud)

Kemudian membaca:

(Dibaca 3 x diwaktu Pagi dan Sore)

بِسْمِ اللهِ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi).

Kemudian membaca:

(Dibaca 3 x diwaktu Pagi dan Sore)

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

“Aku ridho Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi (yang diutus oleh Allah).” (HR. Ahmad dan an-Nasa'i).

Kemudian membaca:

(Dibaca 1 x diwaktu Pagi dan Sore)

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ.

“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” (HR. Al-Hakim).

Kemudian membaca:

(Dibaca 1 x diwaktu Pagi)

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ.

“Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” (HR. Ahmad)

(Dibaca 1 x diwaktu Sore)

أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ.

“Di waktu sore kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” (HR. Ahmad)

Kemudian membaca:

(Dibaca 100 x diwaktu Pagi dan Sore)

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

“Maha suci Allah, aku memujiNya.” (HR. Muslim)

Kemudian membaca:

(Dibaca 10x atau 1x jika dalam keadaan malas, diwaktu Pagi dan Sore)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.

“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Kemudian membaca:

(Dibaca 100x diwaktu Pagi dan Sore)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.

“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian membaca:

(Dibaca 3 x diwaktu Pagi dan Sore)

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

“Maha Suci Allah, aku memujiNya sebanyak makhlukNya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.” (HR. Muslim)

Kemudian membaca:

(Dibaca 3 diwaktu x dSore)

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya.” (HR. Ahmad dan an-Nasa'i)

Kemudian membaca:

(Dibaca 1 x diwaktu Pagi)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain, pen), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Sunni dan Ibnu Majah)

Kemudian membaca:

(Dibaca 100 x dalam sehari)

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

“Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian membaca:

(Dibaca 10 x diwaktu Pagi dan Sore)

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad.”

“Barangsiapa yang bershalawat untukku 10 kali pada pagi dan 10 kali pada sore hari, maka akan mendapatkan syafa'at dariku pada hari kiamat” (HR. Ath-Thabrani)

“Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang”. (Al Ahzab 41-42)

Jangan lupa untuk selalu mengamalkan dzikir pagi dan petang diatas agar setiap hari mendapatkan keberkahan dan lindungan dari allah swat, sehingga semoga kita termasuk orang yang di mudahkan dalam berbagai hal. Itulah ulasan dari kami, mohon maaf jika pembahasannya cukup singkat, silahkan di pelajari dengan baik.

Bacaan Niat Puasa Sunnah Arafah Dan Tarwiyah 2021 8 9 Dzulhijjah 1442 H

Bacaan Niat Puasa Sunnah Arafah Dan Tarwiyah 2021 8 9 Dzulhijjah 1442 H - Puasa arafah dan tarwiyah adalah ibadah sunnah yang bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji, yaitu pada tanggal 9 serta 8 dzuzlhijjah. Bagi umat muslim yang tidak melakasanakan ibadah haji di sunnahkan untuk berpuasa 2 hari tersebut agar sama-sama mendapatkan keutamaan dan pahala, sebab puasa ini termasuk ibadah unggulan yang mempunyai kelebihan dibanding dengan puasa sunnah lainnya.

Jika seluruh umat muslim mengetahui keutamaan dan hikmah dari puasa arafah atau tarwiyah ini, maka bisa di pastikan mereka akan menyesal untuk meninggalkannya, karena begitu besar keistimewaan pada ibadah sunat ini, seperti di antaranya allah swt banyak membebaskan hambanya dari neraka pada hari arafah dan termasuk amalan yang bisa menghapus dosa setahun yang lalu dan tahun yang akan datang, juga lebih utama di banding puasa asyuro selanjutnya arafah ini merupakan hari di ijabahnya doa.

Selain itu sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah ini lebih baik dari hari-hari lainnya, maka dari itulah umat islam di anjurkannya untuk melaksanakan puasa mulai dari tanggal 1, namun yang paling di uamakan yaitu pada tanggal 8 dan 9 yang di sebut dengan puasa arafah dan tarwiyah. Di lihat dari begitu besarnya keutamaan yang ada pada puasa 2 hari tersebut maka sayang apabila tidak di kerjakan, terlebih hanya datang satu tahun sekali.

Niat Puasa Sunnah Arafah Dan Tarwiyah

Karena ini termasuk salah satu ibadah, maka melafadzkan niat menjadi suatu keharusan bagi orang yang hendak melaksanakannya, karena tidak ada puasa jika tidak niat begit pada yang lainnya misalnya niat puasa senin kamis, tetap harus di hadirkan tidak boleh tertinggal. Dan berikut adalah bacaannya.

Niat Puasa Arafah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU SHAUMA 'AROFATA SUNNATAN LILLAAHI TA'AALA

Artinya : Saya niat puasa sunnah arafah karena Allah Ta'ala

Niat Puasa Tarwiyah

نَوَيْتُ صَوْمَ التَّرْوِيَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU SHAUMAT TARWIYATA SUNNATAN LILLAAHI TA'AALA

Artinya : Saya niat puasa sunnah tarwiyah karena Allah Ta'ala

Niat Puasa Sunah Tanggal 1-7 Bulan Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU SHAUMA SYAHRI DHILHIJJATI SUNNATAN LILLAAHI TA'AALA

Artinya : Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'al

Menghadirkan niat puasa arafah dan tarwiyah ini sebaiknya pada waktu malam atau sebelum datangnya waktu di mulainya berpuasa. Dan sengaja baki tulis bacaan niat puasa sunnah arafah tarwiyah 8 Dan 9 dzulhijjah sebelum idul adha arti, pengertian, keutamaan, asyura, adalah, syawal, dalam haji, duluan mana, dalam bahasa arab, lafadz , doa, idul fitri,, berapa hari, buka puasa arafah, hari pertama dan kedua, tasu'a dan lain sebagainya.

Awal 1 Dzulhijjah Hari Raya Idul Adha 2021 / 1442 H Jatuh Pada Hari Tanggal Berapa

Menetapkan jatuhnya tanggal hari raya idul adha yang secara langsung di tetapkan oleh pihak kemenag tidak di lakukan ketika menjelang idul adha datang tetapi sudah dari laksanakan sejak tanggal 1 dzulhijah dengan cara rukyatul hilal. Berbeda dengan saat akan menentukan jatuhnya idul fitri yang di laksanakan menjelang datangnya waktu tersebut. Tidak hanya kerena leberan idul adha berada pada tanggal 10 tetapi juga dengan sudah mengetahui awal bulan dzulhijah masyarakat bisa langsung melaksanakan puasa idul adha dan peribadahan lain serta mempersiapkan kurban.

Melihat dari kalender islam yang sudah beredar serta perhitungan hisab maka Tanggal 1 Dzulhijjah 1442 H Jatuh Pada Hari Minggu 11 Juli 2021, Maka untuk lebaran Idul Adha Tanggal 10 Dzulhijjah 1442 H Jatuh Pada Hari Selasa 20 Juli 2021. Tanggal ini kami ambil dari sumber kelender hijriyah dan hasil hisab Yang mudah-mudahan sama dengan penentuan yang di tetapkan oleh pihak kementrian agama pemerintah indonesia.

Sebanarnya metode penetapan awal tanggal bulan hijriyah di kenal dengan 2 cara yang sudah umum di lakukan oleh umat yaitu rukyatul hilal atau dengan cara melihat nampaknya hilal dan dengan cara hisab yaitu perhitungan. Sedangkan yang di jadikan pegangan oleh pemerintah indonesia adalah metode rukyatul hilal, meskipun hanya memakai hilal bukan berarti hisab di larang di gunakan sebab tetap sah untuk di gunakan.

Idul Adha 2020 Jatuh Pada Tanggal

Untuk menentukan tanggal tahun hijriyah tidak sembarang orang bisa melakukan hal ini, karena harus di sertai dengan keilmuannya yang sudah mempeni baik itu yang berkaitan dengan hilal atau hisab, sehingga yang melakukan hal ini rata-rata kebanyakannya di kerjakan oleh kalangan kiyai atau para santri yang sudah mengaji dan memiliki ilmu hal tersebut serta berpengalaman. Begitu juga pemerintah ketika akan menjatuhkan tanggal hijriah, terlebih dahulu mereka akan menghimpun para ahli dari berbagai kalangan serta ormas-ormas islam kemudian di bentuk sebuah tim untuk di berikan tugas melihat hilal di berbagai titik.

Dengan adanya 2 ketetapan dalam menentukan awal bulan hijriyah, maka jangan heran apabila terkadang hari raya pun jatuhnya berbeda, seperti misalnya yang terjadi beberapa waktu kebelakang yaitu perhitungan hisab dan hasil rukyatul hilal dari kemenag berbeda. Tetapi perbedaan ini tidak harus di jadikan persoalan sebab keduanya bersumber pada ilmu yang sudah di akui dalam agama islam yang sudah tidak perlu lagi di perdebatkan.

Jika harus memilih, mana sebaiknya yang di ikuti? jawabannya maka bagi mereka yang tidak tahu cara menentukan kedua cara penentuan tanggal karena awam dalam keilmuan, maka sebaiknya ikuti pihak pemerintah atau kiayai di tempat masing-masing, meski memang ada sebagian yang mengatakan bahwa rukyatul hilal lebih di unggulkan. Semoga saja adanya tulisan ini menjadi pengetahuan bagi kalian masing-masing agar bisa lebih siap untuk menjalankan peribadahan pada bulan dzulhijjah ini.

Mari sama-sama jadikan bulan dzulhijjah dan hari raya idul adha 2021 jatuh pada tanggal ini sebagai momen terbaik demi meningkatkan seg ala jenis peribadahan terutama puasa sunnah dan melaksanakan ibadah qurban. Untuk mengetahui semua amalan yang harus di kerjakan pada idul adha silahkan kalian pelajari lagi semua yang masih berkaitan dengan awal 1 dzulhijjah dan lebaran idul adha 2021 / 1442 H jatuh pada hari tanggal berapa dan lain sebagainya.

Contoh Materi Khutbah Idul Fitri 2021 Singkat Yang Membuat Jamaah Menangis 1442 H

Contoh Materi Khutbah Idul Fitri 2021 Singkat Yang Membuat Jamaah Menangis 1442 H - Hari Raya Idul fitri merupakan waktu istimewa yang patut di syukuri oleh kita semua, pada saat itu umat muslim merasa gembira karena mereka sudah lulus menunaikan sebuah kewajiban agung yang hanya datang satu kali setahun yaitu berpuasa bulan ramadhan. Harus di ingat juga idul fitri ini bukan saat bersenang-senang sebab tetap ada sebuah keharusan yang mesti di penuhi yaitu sholat idul fitri di pagi hari.

Seperti biasa, kami disini akan membagikan sebuah khutbah idul fitri yang membahas tentang tanggal 1 syawal, khutbah ini bisa menjadi sebuah acuan bagi para khotib yang nanti di hari lebaran kebagian tugas untuk memimpin shalat idul fitri, meskipun isinya sangat ringkas dan padat, namun mudah-mudahan bermanfaat terutama bagi yang sedang mencarinya.

Jika ada kata-kata yang salah atau kalimatnya kurang berkenan, maka dengan senang hati silahkan untuk di perbaiki, atau di tambah dengan yang lebih baik. Jadi sebelum di ambil, sebaiknya di baca dan di pelajari terlebih dahulu, karena kami juga sadar, dengan keterbatasan dan kebodohan kami, tidak menutup kemungkinan jika khutbah ini banyak salahnya.

Contoh Khutbah Idul Fitri

Khutbah 1 Pertama Idul Fitri

اَ لسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ا للهِ وَبَرَكَاتُهْ
اَلله ُاَكْبَرْ ,اَلله ُاَكْبَرْ, لله ُاَكْبَرْ ,اَلله ُاَكْبَرْ ,اَلله ُاَكْبَرْ ,اَلله ُاَكْبَرْ, لله ُاَكْبَرْ ,اَلله ُاَكْبَرْ ,اَلله ُاَكْبَرْ
.لَااِلَهَ اِلَّااللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ، اَللهُ اَكْبَرْوَلِلَّهِ الْحَمْدُ، اَللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. لَااِلَهَ اِلَّااللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَعَبْدَهُ وَاَعَزَّجُنْدَهُ وَهَزَمَ الْاَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَااِلَهَ اِلَّااللهُ وَلَانَعْبُدُ اِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنِ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ.
اَلْحَمْدِلِلَّهِ الَّذِىْ جَعَلَ هَذَا الْيَوْمَ عِيْدًا وَسَعَادَةً لِلْمُسْلِمِيْنَ، وَخَتَمَ بِهِ شَهْرُ رَمَضَانَ الْمُبَارَكَ الَّذِيْ كُتِبَ فِيْهِ الصِّيَامُ لِلْمُؤْمِنِيْنَ، وَأُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُداً لِلْمُتَّقِيْنَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِى سَبِيْلِهِ حَقَّ جِهَادِهِ اِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
اَمَّابَعْدُ: فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَ نْتُم مُسْلِمُوْنَ.
قاَلَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ وَلِتُكْمِلُوْا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُاللهَ عَلَى مَاهَدَا كُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Saat ini kita semua sudah berada di bulan syawal yang membawa keuntungan lahir dan batin, setelah sebulan penuh membersihkan diri di bulan ramadhan. Syawal yang baru datang, yang bertepatan dengan tanggal satu hari raya idul fitri menjadi suatu hari kebahagiaan bagi seluruh umat islam. Begitu mulianya hari tersebut, bahkan bukan hanya orang islam saja yang merasakan atau mendapatkan keuntungannya, tetapi umat lain pun ikut merasakan keuntungannya bahkan lebih luar biasa lagi tetapi hanya dalam bentuk diunia saja. Oleh sebab itu kita sebagai umat bertauhid yang berpedoman terhadap al-quran dan sunnah rosul, jadikan lah bulan syawal ini menjadi hari keuntungan untuk dunia dan akhirat. Jangan sampai seperti kebanyak orang-orang yang tidak beriman yaitu mereka-mereka yang rugi dunia dan akhiratnya.

Mari kita cermati bersama-sama dengan sebenar-benarnya. Yang di maksud dengan kerugian keakhiratan seperti banyak dari bangsa ini yang mengaku umat islam tapi jarang melaksanakan shalat, bahkan ada yang sama sekali tidak pernah melaksanakannya, Puasa di tinggalkan apalgi zakat serta banyak lagi yang lainnya. Sementara yang di maksud dengan kerugian dari sisi dunia seperti tidak sedikit sehabat bahkan kerabat kita yang secara percuma-cuma menghambur-hamburkan hartanya hanya untuk sebuah hal yang tidak bermanfaat, yang akhirnya bukan keuntungan yang di dapat namun hutang semakin bertambah.

الله اكبر ×٣ ولله الحمد

Hadirin Yang Di muliakan allah

Mari kita sama-sama cari dan gali rahasia yang tersimpan pada tanggal 1 syawal ini. Datangnya tanggal 1 syawal ini karena sempurnanya bulan ramadhan, setelah kita selesai melaksanakan puasa selama sebulan penuh yang semata-mata karena allah, sehingga prlu kita sukuri karena selama sebulan berpuasa kita di berikan kekuatan dan kesehatan. Tanggal 1 syawal ini lah yang tepat kita jadikan sebagai waktu untuk mensukuri hal tersebut, baik itu bersukur karena tamatnya ibadah puasa, bersukur karena masih bisa melaksanakan ibadah zakat hingga bersukur karena masih di beri kesempatan untuk bersilaturami dengan kerabat (saudara) dan para guru serta orang-orang terdekat, bahkan harus bersukur karena bisa meminta maaf dan saling memafkan kepada sesama manusia.
Bahkan kita pun harus sangat bersukur dan merasa gembira karena teman-teman yang tadinya jarang terlihat shalat namun di tanggal 1 syawal ini dia terlihat kemesjid dan melaksanakan shalat, Itu merupakan sebuah bukti dari keagungan bulan syawal ini. Akan sangat rugi orang yang tidak mau ikut shalat lebaran, apalgi orang yang tidak pernah tamat puasanya, shalat 5 waktupun jarang, malah shalat yang setahun sekalipun dia tinggalkan. Mudah-mudahan jika ada di sini yang seperti itu, allah swt memberika cahaya keimanan di hatinya, sehingga setelah melaksanakan shalat idul fitri ini kedepannya dia menjadi seorang ahli ibadah, ahli shalat, ahli mesjid, ahli pengajian, dan menjadi ahli taqwa, amiin yaa rabbal 'alamiin

الله اكبر ×٣ ولله الحمد

Hadirin Kaum Muslimin Yang Di Muliakan Allah

Sebulan lamanya, jasmani dan ruhani kita di latih dengan cara cara yang sangat istimewa, mudah-mudahan latihan tersebut membuahkan hasil yang bermanfaat. Selama sebulan lamanya kita sudah sanggup memerangi hawa nafsu dan menjadi orang yang tunduk dan mengenal hukum agama, mudah-mudahan hasil dari latihan tersebut menjadi bekal untuk sebelas bulan yang akan datang.

Semoga mulai hari ini kita bisa merasa lebih yakin lagi, bahwasanya sekarang kita hidup alam dunia maka hari esok atau yang akan datang sudah pasti di panggil sang maha kuasa untuk menempuh alam akhirat, dengan begitu, mulailah raga dan sukma ini isi dengan berbagai hal kebaikan, terutama isi dengan jawaban-jawaban yang berasal dari pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.

1. Raga dan jiwa ini asal dari mana dan lahir kedunia ini kemauan siapa.?

2. Apa tugas kita hidup di alam dunia ini?

3. Ketika nanti raga ini meninggalkan dunia, akan kembali kemana dan kepada siapa?

4. Ketika nanti kita harus pergi dari alam dunia ini, apa bekal yang akan di bawa?

Silahkan, ke empat pertanyaan tersebut, di jawab dengan jawaban yang jitu yang berarti dan berfaedah, yang mampu membawa kepada perubahan yang lebih bermanfaat. Seupamanya yang tadinya suka malas-malasan untuk beribadah, mulailah berniat untuk menjadi ahli ibadah, yang tadinya suka marah-marah mulailah berlatih kesabaran dari sekarang, yang tadinya memiliki sufat pelit mulailah kembali menjadi orang yang dermawan, yang tadinya malas mulailah giat dan jujur, yang tadinya tidak mau bergaul dengan orang shalih sekarang mulailah berkumpul dengan para ulama, biasakanlah kita untuk selelu hadir dalam berbagai acara pegajian-pengajian.

Allah swt Berfirman

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ

Wa 'adzalllohul-ladziina aamanuu wa'amilussolihaati lahum maghfirotuw-wa ajrun 'adziimm

Artinya : Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh[12], (bahwa) mereka akan mendapat ampunan dan pahala yang besar (surga) (QS.Al-Maidah:9)

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات و الذكر الحكيم إنه هو الغفور الرحيم

Khutbah Ke 2 Dua Idul Fitri

الله اكبر ( x 7 )
الله اكبر كبيرا والحمد لله كيرا وسبحان الله بكرة واصيلا لا اله الاّ الله والله اكبر.
الحمد لله الّذي جعل الأعياد بالأ فراح والسّرور. وضاعف للمتّقين جزيل الأجور. احمده سبحانه وتعالى فهو احق محمود واجل مشكور. واشحد ان لا اله الاّ الله وحده لا شريكله شحادة يشرح الله لنا بها الصّدور، واشهد انّ سيّدنا ونبيّنا ممّد عبده ورسوله الّذى اقام منار الإسلام بعد الدثور. اللّهمّ صلّ وسلّم على سيّدنا محمّد وعلى اله وصحبه صلاة وسلاما دائمين متلازمين الى يوم البعث والنّسور.
امّا بعد. فيا ايّها النّاس اتّق الله تعالى واعلموا انّ يومكم هذا يوم عظيم. فاكثروا من الصّلاة على النّبيّ الكريم. وقال تعالى فى كتابه الكريم انّ الله وملائكته وصلّون على النّبى يا ايّها الّذين آمنوا صلّوا عليه وسلّموا تسليما. اللّهمّ صلّ وسلّم على سيّدنا محمّد سيد المرسلين وعلى اله واصحابه والتّابعيم وتابع التّبعين ومن تبعهم بإحسان الى يوم الدّين. وارحمنا معهم برحمتك يا ارحم الرّاحمين.
اللهمّ اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات انّك سميع قريب مجيب الدّعوات. اللّهمّ انصر من نصر الدّين، واخذل من خذل المسلمين،
ودمّراعدائك اعداء الدّين، واهلك الكفرة والمشركين. واعل كلمتك الى يوم الدّين. ربّنا اغفرلنا ولأخواننا الّذين سبقونا با لأيمان ولا تجعل فى قلوبنا غلّا للّذين آمنوا ربّنا إنّك رؤف رحيم.
ربنا آتنا فى الدّنيا حسنة وفىالأخرة حسنة وقنا عذاب النّار.
عِبَادَ الله، إِنَّ اللهَ يَعْمُرُ بِا لْعَدْلِ وَالآحْسَانِ وَأِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشًاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ, فاذكروا الله العطيم يذكركم واشكروه على نعمه يذدكم واسئلوه من فضله يعتكم وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
وا لسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Itulah contoh teks khutbah idul fitri untuk tahun ini, silahkan anda jadikan sebuah referensi untuk di gunakan nanti saat tiba waktunya, semoga bermanfaat semua yang ada pada artikel menganai contoh materi khutbah idul fitri pilihan 2021 sedih terbaik yang menyentuh hati 1442 h muhasabah diri

Materi Kultum Ramadhan Terbaik Lucu Ceramah Singkat Yang Menarik 1442 H 2021

Materi Kultum Ramadhan Terbaik Lucu Ceramah Singkat Yang Menarik 1442 H 2021 - Kultum ramadhan adalah sebuah ceramah berisikan keagamaan dengan waktu penyampaian di batasi sangat singkat biasanya antara 7 hingga 10 menit saja. Shingga isi materi dalam kultum tidak mungkin di jelaskan secara detail mengingat waktunya tidaka akan cukup dan hanya mengambil pokok-pokok penting dari isi kultum tersebut. Biasanya Acara pidato seperti ini di lakukan orang indonesia ketika bulan ramadhan sesudah selesai sholat tarawih.

Jarang sekali para penceramah bisa menguraikan sebuah materi dengan jelas dalam waktu yang sangat singkat, sebab untuk menyampikan satu pokok ermasalahan agama saja haru menghaiskan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari jika seluruh yang berkaitan dengan pokok masalah tersebut ingin secara detail di sampaikan. Sehingga mereka yang ingin mengisi kultu harus memiliki keahlian dalam meringkas pokok pembahasan agar waktu singkat dapat dengan jelas di sampaikan.

Sebelum mengisi acara kultum, para penceramah harus terlebih dahulu menentukan materi apa saja yang akab di bahas kemudian ambil pokok dari pokok permasalahan tersebut. Tetapi alangkah baik jika materi berkaitan dengan keadaan dan waktu misalnya seperti 3 amalan utama sepuluh akhir bulan ramadhan atau yang berkaitan dengan doa buka puasa ramadhan jika kultum tersebut di lakukan pada bulan puasa atau yang berkaitan dengan tarawih dan hikmah puasa.

Materi Kultum Ramadhan

Kenapa pada saat ini kami mengambil tema atau judul amalan sepuluh akhir bulan ramadhan, karena pada saat tersebut akan datang salah satu malam paling istimewa yang tidak ada pada bulan lainnya yaitu lailatul qadar. Mala lailatul qadar ini termasuk salah satu malam agung yang banyak di tunggu-tunggu oleh semua umat islam, bahkan baginda nabi pun selalu menanti-nanti kedatangannya dengan selalu memperbanyak amalan sunnah di sepuluh akhir ramadhan.

Bahkan keutamaan sepuluh akhir bulan puasa ramadhan ini banyak juga di sampaikan oleh para ulama, dalam berbagai fatwanya mereka banyak membicarakan hal tersebut baik itu yang langsung tertulis dalam kitab karangannya atau melalui ceramah-ceramah yang di sampaikannya. Dengan begitu sangat tepat kiranya apabila kami mengambil tema kutum bulan ramadhan dengan judul amalan sepuluh akhir ramadhan agar waktu tersebut bisa di manfaatkan sebaik mungkin oleh semua umat islam di berbagai penjuru.

Contoh Materi Kultum Ramadhan

1. Memperbanyak Bacaan Qur'an

Membaca al-qur'an termasuk amalan paling baik kapan di manapun di lakukannya selain di tempat-tempat yang di larang seperti WC. Namun nyatanya sekarang ini di akui atau tidak hanya sebgian kecil umat islam yang bisa melakukan amalan membeca qur'an secara rutin tiap hari. Bagi kalian yang suka malas pada hari-hari lain usahakan pada bulan ramadhan ini mulai dari awal hingga sepuluh akhir ramadhan untuk memperbanyak bacaan qur'an atau dengan kata lain tadarusan.

2. I’tikaf

Memperbanyak i'tikaf di mesjib termasuk amalan sunnah yang sangat bagus untuk di lakukan bahkan selain di bulan ramadhan sekalipun. baginda rasul saw pun selalu meningkatkan amalan ibadah dengan cara beri’tikaf di masjid pada sepuluh akhir Ramadhan. Maka kita pun sebagai umatnya jangan hanya benyak bermain namun usahakan pada bulan ramadhan selalu berdiam diri beri'tikaf di dalam mesjid sambil melakukan amalan lainnya.

3. Memperbanyak Sedekah

Lebih memperbanyak sedekah serta mencukupi kebutuhan keluarga dan berbuat baik kepada saudara atau tetangga di sekitar sangat penting di lakukan pada bulan ramadhan jika memang apa yang di miliki harta lebih dari cukup dan ada lebihnya dari kebutuhan. Caranya bisa dengan memberi atau menyediakan makanan untuk berbuka puasa atau takjil meski hanya sekedar segelas air putih misalnya, lebih bagus lagi jika menyajikan lebih dari air putih.

Kami kira contoh materi dari kultum ramadhan di atas cukup untuk di jadikan sebagai referensi terbaik agar bisa di sampaikan kepada jamaah oleh orang yang sedang di beri tugas berceramah di bulan ramadhan. Atau bagi kalian yang membaca artikel ini meskipun bukan seorang penceramah alangkah baik jika tidak hanya membaca namun langsung di amalkan agar bermanfaat dan menjadi kebaikan.

Banyak sekali materi yang bisa di jadikan sebagai isi dari kultum singkat pada bulan ramadhan baik itu berkaitan langsung dengan kewajiban berpuasa atau amalan sunnah selama ramadhan. Materi di atas hanya sebagai contoh yang bisa di jadikan rokemdasi oleh kalian para penceramah dan silahkan cari serta pelajari lagi semua yang berhubungan dengan materi kultum ramadhan terbaik lucu ceramah singkat yang menarik 1442 H 2021 dan lain sebagainya.
-->