-->

Bacaan Doa Niat Tata Cara Sholat Tasbih Manfaat Keutamaan Waktu

Bacaan Doa Niat Tata Cara Sholat Tasbih Manfaat Keutamaan Waktu - Sholat tasbih adalah satu di antara amalan sunnah yang tidak boleh tertinggal mengingat keutamaan dan manfaatnya yang cukup tinggi. Meskipun ibadah sholat ini tergolong lebih lama waktunya dalam pelaksanaan karena adanya bacaan-bacaan tasbih dengan jumlah tertentu.

Untuk waktu sholat tasbih sendiri sebenarnya boleh dikerjakan siang atau malam asal jangan pada waktu yang sudah di tentukan haram untuk mengerjakan sholat misalnya setelah matahari terbenam. Tetapi agar mendapat ketenangan dan lebih khusu, alangkah lebih baik jika sholat tasbih ini dilakukan malam hari.

Sedangkan keutamaan sholat tasbih termasuk paling unggul sebagaimana yang tercantum dalam sebuah hadits dari imam abu dawud bahwa sholat tasbih dapat menghapus dosa yang samar atau yang terang-terangan. Tentunya keutamaan dari sholat tasbih ini hanya akan di dapat oleh orang yang berung bisa mengerjakannya.

Bacaan Doa Niat Tata Cara Sholat Tasbih Manfaat Keutamaan Waktu

يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهُ أَلاَ أُعْطِيكَ أَلاَ أَمْنَحُكَ أَلاَ أَحْبُوكَ أَلاَ أَفْعَلُ بِكَ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ قَدِيمَهُ وَحَدِيثَهُ خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ صَغِيرَهُ وَكَبِيرَهُ سِرَّهُ وَعَلاَنِيَتَهُ عَشْرَ خِصَالٍ أَنْ تُصَلِّىَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةً فَإِذَا فَرَغْتَ مِنَ الْقِرَاءَةِ فِى أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوعِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَهْوِى سَاجِدًا فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُولُهَا عَشْرًا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ إِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِى كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِى كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِى كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِى كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِى عُمُرِكَ مَرَّةً

“Wahai Abbas, wahai pamanku, sukakah paman, aku beri, aku karuniai, aku beri hadiah istimewa, aku ajari sepuluh macam kebaikan yang dapat menghapus sepuluh macam dosa? Jika paman mengerjakan hal itu, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa paman, baik yang awal dan yang akhir, baik yang telah lalu atau yang akan datang, yang di sengaja ataupun tidak, yang kecil maupun yang besar, yang samar-samar maupun yang terang-terangan. Sepuluh macam kebaikan itu ialah; “Paman mengerjakan shalat empat raka’at, dan setiap raka’at membaca Al Fatihah dan surat, apabila selesai membaca itu, dalam raka’at pertama dan masih berdiri, bacalah; “Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar (Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada ilah selain Allah dan Allah Maha besar) ” sebanyak lima belas kali, lalu ruku’, dan dalam ruku’ membaca bacaan seperti itu sebanyak sepuluh kali, kemudian mengangkat kepala dari ruku’ (i’tidal) juga membaca seperti itu sebanyak sepuluh kali, lalu sujud juga membaca sepuluh kali, setelah itu mengangkat kepala dari sujud (duduk di antara dua sujud) juga membaca sepuluh kali, lalu sujud juga membaca sepuluh kali, kemudian mengangkat kepala dan membaca sepuluh kali, Salim bin Abul Ja’d jumlahnya ada tujuh puluh lama kali dalam setiap raka’at, paman dapat melakukannya dalam empat raka’at. Jika paman sanggup mengerjakannya sekali dalam sehari, kerjakanlah. Jika tidak mampu, kerjakanlah setiap jum’at, jika tidak mampu, kerjakanlah setiap bulan, jika tidak mampu, kerjakanlah setiap tahun sekali. Dan jika masih tidak mampu, kerjakanlah sekali dalam seumur hidup.

Ke-2 hadits diatas merupakan hadits yang menuturkan panduan sholat tasbih. Intinya, sholat tasbih dilakukan dengan 4 raka’at. Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa sholat tasbih banyaknya empat raka’at tak boleh lebih dari itu. Seandainya di siang hari, maka dilakukan sekali salam. Jikalau di tengah malam hari, sehingga dilakukan dengan dua kali salam (tiap-tiap dua raka’at salam). Sholat ini afdholnya dilakukan sehari sekali. Seandainya tak mampu, sehingga dilakukan tiap-tiap Jum’atnya (sepekan sekali). Seandainya tak sanggup lagi, sehingga sebulan sekali. Seandainya tak juga dapat, sehingga setahun sekali. Jikalau tak mampu lagi, sehingga seumur hidup sekali. Begitu pendapat ulama yangg menganjurkan atau membolehkan sholat tasbih.

Tata Cara Shalat Tasbih
Pertama Niat Sholat Tasbih
“ Ushallii sunnata- Tasbiihi rak’aataini lllahi ta’aala.”
Kemudian takhbirotul ikhram di lanjutkan membaca doa iftitah kemudian membaca Fatihah kemudian membaca salah satu surat dari alquran.
  • Setelah membaca surah di lanjut membaca tasbih 15 kali, bacaannya:
  • سبحان الله والحمد لله ولا اله إلا الله الله اكبر لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
  • Ketika ruku’ sesudah membaca do’a ruku’ dibaca lagi sebanyak 10 kali
  • Ketika bangun dari ruku’ sesudah bacaan i’tidal dibaca 10 kali
  • Ketika sujud pertama sesudah membaca do’a sujud dibaca 10 kali
  • Ketika duduk diantara dua sujud sesudah membaca bacaan antara dua sujud dibaca 10 kali
  • Ketika sujud yang kedua sesudah membaca do’a sujud dibaca lagi sebanyak 10 kali
  • Ketika bangun dari sujud yang kedua sebelum bangkit (duduk istirahat) dibaca lagi sebanyak 10 kali. (Terus baru berdiri tuk rakaat yang kedua), dan seterusnya sampai rakaat ke empat

Itulah pembahasan tentang tata cara sholat tasbih mudah-mudahan pembahasan ini bermanfaat bagi kita semua dan kita bisa mengamalkannya dengan baik dan benar. Lihat juga doa naik kendaraan.