Bacaan Niat Puasa Sunnah Syawal 6 Hari Nawaitu Bahasa Arab Beserta Artinya

Bacaan Niat Puasa Sunnah Syawal 6 Hari Nawaitu Bahasa Arab Beserta Artinya - Puasa syawal merupakan salah satu ibadah sunnah yang banyak di lakukan oleh kalangan umat muslim sejak dulu. Meskipun Baru selesai melaksanakan puasa wajib di bulan ramadhan tetapi tak sedikit dari mereka yang terus berlomba-lomba untuk melakukan ibadah puasa sunnah di bulan syawal ini, karena bukan hanya menjadi sunnah rosul tetapi juga benyak sekali keutamaan-keutamaan yang tersimpan di dalamnya.

Bahkan dalam beberapa dalil hadis mengatakan, bahwa barang siapa yang berpuasa ramadhan kemudian di lanjut melaksanakan puasa enam hari di bulan syawalnya maka dia akan mendapatkan pahala ibarat puasa satu tahun, ini merupakan sesuatu yang sangat besar dan istimewa, karena sedikit rasanya orang yang mampu berpuasa selama setahun penuh, tetapi dengan berpuasa syawal maka di ibaratkan puasa setahun, maka dari itu tidak heran meskipun masih terasa lelahnya setelah ramadhan banyak orang yang berlomba-lomba melakukan puasa ini.

Tanggal berapa atau berapa hari puasa syawal ini di lakukan,? boleh di lakukan kapan saja selama 6 hari asal masih berada pada bulan syawal, namun alangkah baiknya jika di laksanakannya mulai dari tanggal 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 syawal. atau 2 hari setelah selesai puasa ramadhan, itu pun jika mampu.

Bacaan Niat Puasa Sunnah Syawal 6 Hari Nawaitu Bahasa Arab Beserta Artinya

Sementara untuk tata cara dalam puasa syawal ini tidak ada perbedaan dengan yang lainnya, baik itu dengan puasa senin kamis, puasa ganti atau qadha dan lain sebagainya. Yang membedakannya hanya terletak pada bacaan niatnya saja.

Niat Puasa Syawal

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ ِستَةٍ ِمنْ شَوَالٍ سُنَةً ِللَه تَعَالَي

Artinya : Saya niat berpuasa sunnah enam haru bulan Syawal karena Allah

NAWAITU SHOUMA GHODIN 'ANSITTATIN MIN SYAWAALI SUNNATAN LILLAAHI TA'ALAA

Seperti pada puasa pada umumnya niat puasa syawal ini pun di bacakan pada malam hari atau sebelum datangnya waktu memulai ibadah sunnah tersebut, dan tidak boleh di tinggalkan, karena jika puasa tidak di sertai dengan niat maka bisa di pastikan tidak syah.