Kata2 Ucapan Selamat Menyambut Tahun Baru 2018 Untuk Sahabat Dan Pacar

Advertisement
Advertisement
Pergantian tahun setiap waktunya selalu menyisakan sebuah inspirasi yang sangat mendalam begi setiap orang, serta di dalamnya juga menyimpan berbagai harapan yang begitu besar, yang mana semua hal yang terjadi sebelumnya di tahun yang akan datang ingiin lebih baik dan meningkat lagi.

Sehingga dengan begitu tahun baru sering di jadikan sebuah moment berharga untuk di jadikan sebuah waktu dalam merubah barbagai halnya, tentunya dengan harapan lebih baik lagi kedepannya, hal ini di buktikan dengan adanya sebuah perayaan besar yang di lakukan oleh semua orang di seluruh pejuru dunia termasuk salah satunya indonesia.

Sebenarnya perayaan tahun baru ini hukumnya tidak boleh bahkan ada yang sampai mengharamkan karena ini termasuk budaya orang-orang non islam sebagai mana dalam sebuah sejarah di sebutkan bahwa tahun baru masehi ini di resmikan oleh seorang petinggi (raja katolik) yang merupakan kaisar romawi Julius Caesar (tahun 46 SM) yaitu Paus Gregorius XII tahun 1582.

Kata-Kata Ucapan Selamat Menyambut Tahun Baru 2018

Dan aktivitas ini sudah sejak dulu di lakukan oleh orang-orang eropa dengan mengadakan berbagai macam aktivitas ada melakukan berbagai ritual dan lain sebagainya. Lalu apa sebabnya sehingga hukum merayakan atau mengucapkan tahun baru ini sampai tidak di perbolehkan bahkan ada yang menghukuminya sebagai haram? Sudah jelas sekali bahwasanya jika seorang muslim menyerupai orang kafir dengan elat apapun, dia termasuk pada golongan mereka sehingga fahala baginya adalah siksaan yang sangat pedih sebagaimana dalam sebuah ayat al-quran di katakan.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad) ‘Raa’ina’ tetapi katakanlah ‘Unzhurna’ dan ‘dengarlah’. Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih.” (QS Al Baqarah : 104)

Rosululloh saw bersabda "Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

Sekarang ini banyak sekali orang yang mendoktrin pemikiran-pemikiran kaum muslim dengan kata "toleransi/saling menghargai antar umat. Memang benar bahwa memiliki sipat tersebut di haruskan serta mesti di jaga agar tumbuh kerukunan antar umat beragama namun toleransi yang di maksud di sini adalah tidak mengaggu mereka yang sedang melaksanakannya bukan kita mengikutinya karena ini tidak benar.

Memang kita umat islam tidak ikut melakukan ritual bersama mereka pada saat tersebut, cuma mengirimkan ucapan tahun baru saja dengan dalih seperti tersebut di atas bahkan hanya lewat sms, bbm, melalui gambar dp, twitter atau media sosial lainnya di kirimnya pun kepada sehabat, keluarga, kekasih, pacar teman kerja dan lain sebagainya yang mana kesemuanya tersebut sesama umat muslim, sedangkan perayaan ini tahun baru non muslim apakah tidak kita sadari bahwa sudah menganggap mereka itu non islam.

Isi dari kata-kata ucapan selamat tahun barunya pun berupa doa, motivasi, puisi, doa bahkan cuma pantun lucu dan kocak tidak ada kata mengajak untuk mengikuti non muslim. Bukan masalah isinya tapi menyerupainya yang tidak di perbolehkan coba kita lihat kebelakang sebuah sejaran saat pertama kali ada perintah puasa sunat tasu'a yaitu tanggal 9 muhharam. Suatu ketika nabi muhammad saw tiba di kota madinah dan mendapai kaum nasrani sedang melaksanakan puasa yang bertepatan pada hari asyuro tanggal 10 muhharam, beliau bertanya puasa apa yang kalian lakukan, merepun menjawab bahwa ini hari mulia yang mana tuhan telah menyelamatkan bani israil dari kejaran musuhnya dan musa pun berpuasa sebagai tanda syukur kami pun mengikutinya maka nabi pun memerintahkan para sehabatnya untuk berpuasa karena beliau merasa lebih berhak kepada musa. Sebelum wafat baginda nabi bermaksud untuk tidak hanya melaksanakan puasa pada tanggal sepuluh saja tetapi dengan tanggal 9 nya agar tidak menyamai kaum nasrani namun belum juga dia samapai pada tahun depan beliau sudah wafat.

Maka dari sejarah ini dapat kita ambil hikmah yang sangat mendalam bahwa jangan sekali-kali umat muslim menyerupai orang kafir dalam kehidupannya.

Sudah selayaknya kita menyikapi hal ini dengan sederhana saja yaitu cukup dengan tidak mengganggu mereka yang sedang melakukan perayaan tahun baru tersebut jangan sampai mengikutinya, karena jika budaya seperti ini masih di pertahankan takutnya keturunan anak cucu dari keluarga kita nantinya beranggapan bahwa hal ini sudah ada dalam islam dari dulunya.

Andai saja ada di antara kita yang bersih kukuh ingin melakukan ucapan tahun baru seperti halnya tersebut di atas, maka mari kita lakukan pada hari-hari besar islam seperti memotivasi sesama muslim pada idul fiti atau idul adha bahkan kita pun memiliki tahun baru yaitu tanggal 1 muharram tahun hijriyah, meski sebenarnya perayaan tahn baru islampun masih di perbincang di kalangan para ulama.

Dari kami mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kalimat atau kata-kata yang menyinggung para pembaca atau tidak sepaham dengan kalian, bukan bermaksud kami memojokan tapi hanya sebatas memberi tahu bahwa ini tidak ada dalam syariat islam, Saling menghargai sangat di haruskan tatapi kita harus menyikapinya dengan sebaik mungkin.