Pengertian Makna Dan Sejarah 1 Muharram Tahun Baru Islam

Pengertian Makna Dan Sejarah 1 Muharram Tahun Baru Islam - Apabila mendengar kata muharram, maka umat islam khususnya akan langsung tertuju pada tahun baru hijriyah, tanpa mereka ketahui apa sebenarnya makna dan sejarah dari tahun baru tersebut dan bagaimana muharram menjadi awal bulan dalam kalender umat islam. Bahkan kebanyakan umat islam hanya tahu bahwa muharram adalah bulan mulia yang harus di sambut dan di isi dengan amalan-amalan kebaikan. Memang benar semua itu tidak salah, menghidupkan bulan mulia agama islam adalah tanggung jawab kita semua namun alangkah lebih baiknya jika kita juga mengetui sejarah terbentuknya bulan muharram sebagai tahun baru hijriyah.

Sekarang ini sejarah-sejarah peradaban islam dunia sudah sangat jarang di ketahui oleh banyak orang terutama para pelajar, mungkin hal itu di sebabnya karena sudah sangat minimnya orang-orang yang mau mempelajari hal tersebut. Jika dulu anak kecil pun sudah tahu beberbagai jenis peperangan yang di alami oleh baginda rosul alam memperjuangkan agama islam, namun sekarang orang dewasa pun belum tentu mengetahuinya. Padahal salah satu benteng kuat terhadap keislaman seseorang yaitu dengan memahami sejarah-sejarah islam karena dengan begitu umat islam pun akan semakin kuat kecintaannya terhadap agama.

Oleh karena itu, pada artikel ini kami akan mencoba mengingatkan bagi yang lupa bagaimana awal sejarah terbentuknya bulan muharram sehiingga menjadi awal tahun baru. Di tetapkannya bulan muharram sebagai awal tahun bukan lah karena pada bulan ini terdapat puasa sunnah yang begitu di anjurkan yaitu puasa asyura dan tasu'a pada tanggal 9 dan 10 dan bukan pula karena menjadi salah satu bulan mulia yang harus di agungkan oleh umat islam, dan bukan pula karena menjadi bulan yang harus di isi dengan amal kebaikan, dan bukan juga karena banyaknya kisah para nabi di bulan ini.

Pengertian Makna Dan Sejarah 1 Muharram Tahun Baru Islam

Tetapi awal mula di tetapkannya bulan muharram sebagai awal tahun baru tidak lepas dari sebuah sejarah khalifah Umar bin Khattab ra. Pada suatu hari khalifah umar bin khatab menerima sepucuk surat dari seorang sahabatnya bernama Abu Musa Al-Asy’ari Ra yang mana pada surat tersebut tidak di dapati tanggal dan hari pengirimannya. Sehingga dengan adanya hal tersebut membingungkan beliau untuk menyeleksi surat mana yang harus lebih dulu di urus, sebab antara surat lama dan yang baru sama sekali tidak ada tandanya. Setelah itu sayidina umar pun memutuskan untu mengadakan musyawarah yang di hadiri orang-orang terpandang dan para sahabat lainnya pada waktu tersebut untuk menentukan tarikh Islam.

Dalam musyawarah tersebut terdapat beberapa pilihan yang menjadi patokan untuk menentukan tarikh Islam tersebut yaitu pertama tahun kelahiran Nabi Muhammad, kedua hari kebangkitannya nabi menjadi Rasul, ketiga tahun wafat baginda nabi dan yang ke empat hijrahnya baginda nabi dari Makkah ke Madinah. Dari empat pilihan tersebut di sepakati bahwa poin yang keempat menjadi pilihan untu menentukan tarikh islam sebagaimana juga yang di usulkan oleh Ali bin Thalib.

Penentuan awal tahun hijriyah berdasarkan hijrahnya baginda nabi bukanlah tanpa alasan, tiada lain di karenakan hijrahnya baginda nabi dari kota makah ke madinah memiliki nilai yang sangat tinggi dalam perjalanan dakwah islam dimana sejak sesudah nabi hijrah perkembangan islam mulai sampai pada puncak kejayaannya yang begitu gemilang, seperti diketahui berasama sebelum addanya hijrah unat islam menjadi golongan yang selalu di tindas dan di cemoohkan oleh kaum musyrikin. Tetapi setelah hijrahnya nabi, islam pun menjadi lebih kuat, terbentuk sebuah negara islam yang memiliki pimpinan, peratutan dan perundang undangan.

Di sisi lain dengan mengambilnya hijrah baginda nabi sebagai patokan awal penanggalan tahun baru, di harapkan agar umat islam selalu mengenang peristiwa hijrah tiap tahun dan bagai mana pengorbanan jiwa raga baginda nabi dan para sahabatnya dalam menegakan agama islam, serta di sisi lain adanya hijrah baginda nabi dari kota makah ke madinah menjadi suatu bukti bahwa allah swt memisahkan antara haq dan yang batal dan di sisi lain juga adanya hijrah menjadi awal dari kekuatan umat islam dalam memperjuangkan agama yang haq.

Apabila sejarah dari terbentuknya bulan muharram ini di jadikan sebagai bahan renungan oleh semua umat islam terutama hijrahnya nabi yang mengisahkan perjuangan berat yang bukan hanya harta sebagai taruhannya tetapi juga raga dan jiwa. Maka yakin akan membuahkan makna mendalam yang mampu memperkokoh kecintaan seseorang terhadap agama islam. Oleh sebab itu mari kita jadikan 1 muharram menjadi momen yang baik untuk mengenalkan anak-anak terhadap sejarah agar mereka nanti menjadi orang islam yang benar-benar keislamannya, dan yang terakhir mari kita sambut bulan muharram sebagai momen untuk memperbanyak amalan terutama pada tanggal 9 dan 10 dengan puasa sunnah. Silahkan pelajari lebih lanjut lagi semua hal yang berkaitan dengan pengertian makna dan sejarah 1 muharram tahun baru islam ayat alquran tentang hikmah tujuan jatuh pada tanggal dan lain sebagainya agar menjadi pengetahuan yang bermanfaat.