-->

Surah Ar Rahman Dan Artinya Full Keutamaan Bacaan Latin Terjemahan

Surat Ar Rahman adalah salah satu surat dari kitab suci al-qur'an yang memiliki 7 ayat serta turunnya di kota mekkah sehingga tergolong surah makkiyah. Isi kandungan dari surat ar-rahman ini menjelaskan tentang kemurahan dan nikmat-nikmat allah yang di berikan kepada manusia serta jin.

Surah Ar-rahman dianjurkan untuk dibacakan setiap hari terutama pada waktu tertentu karena melihat keitimewaan serta keutamaan surat tersebut yang sangat luar biasa. Bahkan salah satu yang cukup menakjubkan dari surat ar-rahman ini yaitu adanya pengulangan kalimat/ayat hingga 31 kali.

Maka nikmat tuhanmu mana lagi yang kau dustakan, inilah arti dari ayat tersebut yang beberapa kali di ulang dengan makna yang sangat dalam, oang yang memahaminya tentu akan semakin meningkat keimanannya karena dalam ayat tersebut menyimpan pembuktian dari kekuasaan allah swt meliputi dunia dak akhirat.

Surah Ar Rahman Dan Artinya Full Keutamaan Bacaan Latin Terjemahan

Ar-rahman yang berada pada ayat pertama surat ini memiliki arti "yang Maha Pemurah" sekaligus menjadi nama dari surat ini yang di dalamnya sebagian besar menganduk makna kemurahan allah swt yang telah memberikan segala nikmat kepada hambanya dengan tidak terhingga.

Keutamaan Surah Ar Rahman

1. Mengingatkan Bahwa Allah Swt Maha Pemurah
2. Mengingatkan bahwa Allah memiliki sifat Ar Rahman
3. Mengingatkan Agar Tidak Kufur Nikmat
4. Orang yang selalu membaca surat ar rahman akan mendapatkan syafaat
5. Orang yang selalu membaca surat ar-rahman matinya seperti mati syahid

Bacaan Surat Ar Ramnan

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

ٱلرَّحْمَٰنُ

ar-raḥmān

(Tuhan) Yang Maha Pemurah,

عَلَّمَ ٱلْقُرْءَانَ

'allamal-qur`ān

Yang telah mengajarkan al Quran.

خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ

khalaqal-insān

Dia menciptakan manusia.

عَلَّمَهُ ٱلْبَيَانَ

'allamahul-bayān

Mengajarnya pandai berbicara.

ٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ

asy-syamsu wal-qamaru biḥusbān

Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.

وَٱلنَّجْمُ وَٱلشَّجَرُ يَسْجُدَانِ

wan-najmu wasy-syajaru yasjudān

Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.

وَٱلسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ ٱلْمِيزَانَ

was-samā`a rafa'ahā wa waḍa'al-mīzān

Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).

أَلَّا تَطْغَوْا۟ فِى ٱلْمِيزَانِ

allā taṭgau fil-mīzān

Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.

وَأَقِيمُوا۟ ٱلْوَزْنَ بِٱلْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا۟ ٱلْمِيزَانَ

wa aqīmul-wazna bil-qisṭi wa lā tukhsirul-mīzān

Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.

وَٱلْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ

wal-arḍa waḍa'ahā lil-anām

Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya).

فِيهَا فَٰكِهَةٌ وَٱلنَّخْلُ ذَاتُ ٱلْأَكْمَامِ

fīhā fākihatuw wan-nakhlu żātul-akmām

Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.

وَٱلْحَبُّ ذُو ٱلْعَصْفِ وَٱلرَّيْحَانُ

wal-ḥabbu żul-'aṣfi war-raiḥān

Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِن صَلْصَٰلٍ كَٱلْفَخَّارِ

khalaqal-insāna min ṣalṣāling kal-fakhkhār

Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,

وَخَلَقَ ٱلْجَآنَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ

wa khalaqal-jānna mim mārijim min nār

dan Dia menciptakan jin dari nyala api.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

رَبُّ ٱلْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ ٱلْمَغْرِبَيْنِ

rabbul-masyriqaini wa rabbul-magribaīn

Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

مَرَجَ ٱلْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ

marajal-baḥraini yaltaqiyān

Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,

بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيَانِ

bainahumā barzakhul lā yabgiyān

antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

يَخْرُجُ مِنْهُمَا ٱللُّؤْلُؤُ وَٱلْمَرْجَانُ

yakhruju min-humal-lu`lu`u wal-marjān

Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

وَلَهُ ٱلْجَوَارِ ٱلْمُنشَـَٔاتُ فِى ٱلْبَحْرِ كَٱلْأَعْلَٰمِ

wa lahul-jawāril-munsya`ātu fil-baḥri kal-a'lām

Dan kepunyaan-Nya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ

kullu man 'alaihā fān

Semua yang ada di bumi itu akan binasa.

وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو ٱلْجَلَٰلِ وَٱلْإِكْرَامِ

wa yabqā waj-hu rabbika żul-jalāli wal-ikrām

Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

يَسْـَٔلُهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِى شَأْنٍ

yas`aluhụ man fis-samāwāti wal-arḍ, kulla yaumin huwa fī sya`n

Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?

سَنَفْرُغُ لَكُمْ أَيُّهَ ٱلثَّقَلَانِ

sanafrugu lakum ayyuhaṡ-ṡaqalān

Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

يَٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ إِنِ ٱسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا۟ مِنْ أَقْطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ فَٱنفُذُوا۟ ۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَٰنٍ

yā ma'syaral-jinni wal-insi inistaṭa'tum an tanfużụ min aqṭāris-samāwāti wal-arḍi fanfużụ, lā tanfużụna illā bisulṭān

Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّن نَّارٍ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنتَصِرَانِ

yursalu 'alaikumā syuwāẓum min nāriw wa nuḥāsun fa lā tantaṣirān

Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya).

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

فَإِذَا ٱنشَقَّتِ ٱلسَّمَآءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَٱلدِّهَانِ

fa iżansyaqqatis-samā`u fa kānat wardatang kad-dihān

Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُسْـَٔلُ عَن ذَنۢبِهِۦٓ إِنسٌ وَلَا جَآنٌّ

fa yauma`iżil lā yus`alu 'an żambihī insuw wa lā jānn

Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

يُعْرَفُ ٱلْمُجْرِمُونَ بِسِيمَٰهُمْ فَيُؤْخَذُ بِٱلنَّوَٰصِى وَٱلْأَقْدَامِ

yu'raful-mujrimụna bisīmāhum fa yu`khażu bin-nawāṣī wal-aqdām

Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandannya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

هَٰذِهِۦ جَهَنَّمُ ٱلَّتِى يُكَذِّبُ بِهَا ٱلْمُجْرِمُونَ

hāżihī jahannamullatī yukażżibu bihal-mujrimụn

Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa.

يَطُوفُونَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيمٍ ءَانٍ

yaṭụfụna bainahā wa baina ḥamīmin ān

Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air mendidih yang memuncak panasnya.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ جَنَّتَانِ

wa liman khāfa maqāma rabbihī jannatān

Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,

ذَوَاتَآ أَفْنَانٍ

żawātā afnān

kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيهِمَا عَيْنَانِ تَجْرِيَانِ

fīhimā 'aināni tajriyān

Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيهِمَا مِن كُلِّ فَٰكِهَةٍ زَوْجَانِ

fīhimā ming kulli fākihatin zaujān

Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

مُتَّكِـِٔينَ عَلَىٰ فُرُشٍۭ بَطَآئِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ ۚ وَجَنَى ٱلْجَنَّتَيْنِ دَانٍ

muttaki`īna 'alā furusyim baṭā`inuhā min istabraq, wa janal-jannataini dān

Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيهِنَّ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَآنٌّ

fīhinna qāṣirātuṭ-ṭarfi lam yaṭmiṡ-hunna insung qablahum wa lā jānn

Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

كَأَنَّهُنَّ ٱلْيَاقُوتُ وَٱلْمَرْجَانُ

ka`annahunnal-yāqụtu wal-marjān

Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

هَلْ جَزَآءُ ٱلْإِحْسَٰنِ إِلَّا ٱلْإِحْسَٰنُ

hal jazā`ul-iḥsāni illal-iḥsān

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

وَمِن دُونِهِمَا جَنَّتَانِ

wa min dụnihimā jannatān

Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

مُدْهَآمَّتَانِ

mud-hāmmatān

Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيهِمَا عَيْنَانِ نَضَّاخَتَانِ

fīhimā 'aināni naḍḍākhatān

Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيهِمَا فَٰكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ

fīhimā fākihatuw wa nakhluw wa rummān

Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيهِنَّ خَيْرَٰتٌ حِسَانٌ

fīhinna khairātun ḥisān

Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

حُورٌ مَّقْصُورَٰتٌ فِى ٱلْخِيَامِ

ḥụrum maqṣụrātun fil-khiyām

(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَآنٌّ

lam yaṭmiṡ-hunna insung qablahum wa lā jānn

Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

مُتَّكِـِٔينَ عَلَىٰ رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِىٍّ حِسَانٍ

muttaki`īna 'alā rafrafin khuḍriw wa 'abqariyyin ḥisān

Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

تَبَٰرَكَ ٱسْمُ رَبِّكَ ذِى ٱلْجَلَٰلِ وَٱلْإِكْرَامِ

tabārakasmu rabbika żil-jalāli wal-ikrām

Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia.

Sampai disini sudah selesai dengan bacaan surah ar rahman dan artinya full keutamaan tulisan latin terjemahan secara lengkap, semoga dengan adanya tulisan al-qur'an online ini dapat memudahkan kalian untuk mengamalkannya dimana pun berada. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan keberkahan selalu menyertai